Senin, 05 Oktober 2015

Membaca Pembakaran Mesin 4 Tak Melalui Busi

1. Timing Indicator
Untuk menentukan efisiensi timing pengapian ruang bakar.
Sudah pas belumnya biasa dilihat dari perubahan warna berupa garis di ground strap busi.
Posisi pasnya timing ada di tengan lengkungan ground strap busi (posisi 90 derajat).
Semakin mendekati bodi busi,
berarti timingnya terlalu besar,
makin ke ujung ground strap, timing kekecilan.

SSFC#1178

2. Ujung Ground Strap
√Untuk menentukan efesiensi pembakaran pada saat idle langsam/Pilot Jet (0-1/4 throttle).
Patokan, Hitam keborosan, Merah Bata/Coklat bagus, Putih/Abu Abu Pucat miskin/keiritan.

SSFC#1178

3. Lingkar Luar Bodi Busi
√Indikator panas ruang bakar,
√Indikator heat range busi,
√Indikator kebocoran oli di ruang bakar.

SSFC#1178

4. Keramik Busi
√Timing Indicator juga,
biasanya suka ada buletan warna coklat di daerah keramik busi,
makin lebar timingnya kegedean, makin kecil timing kekecilan.
√Juga untuk menentukan efesiensi pembakaran pada saat full throttle (Main Jet).
Patokan, Hitam keborosan, Merah Bata/Coklat bagus, Putih/Abu Abu Pucat miskin/keiritan.

Begitu pengalaman saya selama ini dalam menyeting motor saya.
Apabila ada perbedaan/kesalahan, bisa saling koreksi.
Terima Kasih.

SSFC#1178

Sabtu, 08 Agustus 2015

Trik Membuat Karbu Vakum FU jadi manual lift versi Tik Racing

Bagi Anda yg kurang puas dengan respon karbu vakum FU bisa mencoba trik ini.
Yaitu dengan membuat angkatan skep vakum mengikuti pergerakan grip gas.
Caranya
√Buat posisi skep berputar 180derajat (bagian bawah skep yg ada lekukan potongannya berada d moncong karbu)
√Modif bagian koin kupu kupu skep dengan melubangi menggunakan baut kecil yang panjangnya mencapai pinggiran skep
√atur panjang baut sambil dicoba membuka gas untuk memperkirakan jarak angkatan baut membuka skep ke atas sudah pas atau belum.

Dari settingan spuyer setelah beberapa kali admin uji, dapat disimpulan pilot jet mengalami kenaikan step dan sedangkan mainjet minta turun yg mungkin disebabkan angkatan skep menjadi lebih cepat naik dibanding sistem vakum.

Rabu, 05 Agustus 2015

Setting Karbu Vakum Satria FU

Karbu vakum berbeda dari karbu konvesional karena karbu vakum memanfaatkan kevakuman untuk bisa mengangkat skep. Dan pada karbu vakum umumnya tidak terdapat setelan angin angin (air screw) seperti umumnya karbu konvesional. Karena setelan yang ada sudah berupa setelan seberapa banyak atau sedikit semburan campuran yang sudah berupa bensin+angin dan berperan saat langsam.
Menutup (ke kanan) berarti mengurangi/kering, membuka (ke kiri) berarti menambah/memboroskan.
Makanya pabrikan sudah menentukan patokan setelan (iddle mixture) yang pas agar motor bisa langsam enak, untuk karbu Satria Fu patokan setelan standar 2,5 putaran (toleran 2-3 putaran)

(SSFC#1178)

Untuk mencari langsam pada karbu vakum peran pilot jet dan sedikit sentuhan iddle mixture sangat penting.

Saat mengatur iddle mixture sebaiknya distel di 3 putaran, jika langsam kurang enak tinggal ditutup ke kiri sedikit demi sedikit sampai didapat langsam dan gasan yang enak.

Bisa jga diliat dari tachometer (rpm), saat setelan ditutup, cari setelan dimana disaat rpm tepat sebelum turun (tapi ingat, tetap berkisar dipatokan 2-3 putaran)


Untuk patokan angka pilot jet yg pas, bisa diliat dari warna kepala busi.
Untuk Mainjet bisa dibaca dari gejala motor di rpm atas/bisa diliat dr warna elektroda busi (lingkaran dalam busi).

Putih/abu abu berarti kering (minta naik).
Hitam berarti basah (minta turun)
Coklat/merah bata (pas)

#SSFC 1178